Views: 1
“Lantik Tiga Kepala Kampung di Wamesa, Bupati Anisto Tekankan Integritas dan Transparansi Dana Desa”
BINTUNI, inspirasipapua.id — Menjadi kepala kampung bukan sekadar menduduki jabatan pemerintahan. Ada kepercayaan masyarakat yang harus dijaga, pelayanan yang mesti ditunaikan, serta anggaran pembangunan yang wajib dipertanggungjawabkan.
Pesan itu ditegaskan Bupati Teluk Bintuni, Yohanis Manibuy yangbakrab disapa (Anisto), saat melantik tiga kepala kampung di Distrik Wamesa, yakni Kepala Kampung Yakati, Idoor, dan Mamuranu. Pelantikan berlangsung di ruang SMP YPK Sion Yakati, Jumat (9/10/2026) malam.
Dalam sambutannya, Anisto mengatakan pelantikan bukan hanya pergantian atau pengisian jabatan, melainkan momentum untuk memperkuat tanggung jawab dan kepercayaan masyarakat terhadap pemimpinnya.
“Amanah ini harus dijawab dengan kerja nyata, ketulusan, integritas, dan tanggung jawab,” ujar Anisto Manibuy.
Menurut dia, kepala kampung merupakan pemimpin pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Di tingkat inilah pelayanan publik pertama kali dirasakan, sekaligus tempat berbagai persoalan warga membutuhkan penanganan langsung.
Karena itu, ia meminta para kepala kampung tidak hanya menjalankan urusan administrasi, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan, memahami kebutuhan, dan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi warga.
Anisto juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang merangkul seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun kelompok. Persatuan, keharmonisan, serta penghormatan terhadap adat dan budaya harus menjadi bagian dari cara kepala kampung menjalankan pemerintahan.
“Kepala kampung adalah pelayan masyarakat. Setiap kebijakan dan keputusan harus ditempuh melalui proses yang terbuka, mengedepankan musyawarah, serta berpihak pada kepentingan masyarakat,” pesannya.
Selain kedekatan dengan warga, Bupati menyoroti tata kelola pemerintahan kampung. Ia meminta para pejabat yang baru dilantik membangun pemerintahan yang tertib, transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab.
Perencanaan pembangunan, kata dia, harus berangkat dari kebutuhan nyata masyarakat. Setiap program perlu disusun secara terarah agar manfaatnya dapat dirasakan warga, bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi.
Ia juga meminta koordinasi dengan kepala distrik dan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni diperkuat. Persoalan maupun kebutuhan kampung, menurut dia, perlu disampaikan secara terbuka agar penyelesaiannya dapat dibahas bersama.
Dana desa harus memberi manfaat
Perhatian khusus diberikan pada pengelolaan Dana Desa dan Alokasi Dana Desa. Anisto Manibuy menegaskan, setiap anggaran yang dikelola pemerintah kampung harus digunakan sesuai ketentuan perundang-undangan dan dipertanggungjawabkan secara terbuka.
Masyarakat, menurut dia, perlu dilibatkan dalam perencanaan. Sementara pelaksanaan program harus tertib dan transparan, dengan hasil pembangunan yang bisa dilihat serta dirasakan manfaatnya.
“Jangan sampai anggaran yang seharusnya meningkatkan kesejahteraan justru menimbulkan persoalan dan konflik di kampung. Kejujuran, keterbukaan, disiplin, dan integritas harus menjadi prinsip,” tegasnya.
Bupati berharap ketiga kepala kampung yang baru dilantik dapat melanjutkan program pemerintahan sebelumnya yang telah berjalan baik, memperbaiki kekurangan, serta menghadirkan inovasi sesuai kebutuhan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa jabatan merupakan amanah pengabdian, bukan sarana untuk mengutamakan kepentingan pribadi atau kelompok.
“Pegang teguh sumpah dan janji yang telah saudara-saudara ucapkan. Jadilah pemimpin yang dapat dipercaya, bekerja dengan hati, dan selalu menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” pungkas Manibuy.
Pesan tersebut menempatkan kepemimpinan kampung pada dua tanggung jawab utama: memastikan pelayanan publik menjangkau masyarakat dan mengelola anggaran pembangunan secara bertanggung jawab. Keduanya menjadi ukuran penting bagi pemerintah kampung dalam menjaga kepercayaan warga.
(Tim/red/muris/inspirasipapua.id)













